Pengenalan Mikroskop Polarisasi

Mikroskop Polarisasi

Mikroskop Polarisasi adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

Mikroskop polarisasi menggunakan cahaya terpolarisasi guna menganalisa struktur yang birefringent. Birefringence – suatu property spesimen yang transparan dengan 2 indeks refraktif yang berbeda pada orientasi yang berbeda untuk membedakan cahaya terpolarisasi ke dalam kedua komponen. Cahaya terpolarisasi, hanya berfluktuasi/bergerak di satu dataran karena polar hanya meneruskan cahaya pada dataran tersebut.

Jika 2 polar diletakkan di atas yang lainnya, arahkan sinar ke atas dan putar relative terhadap yang lain, akan ada 1 posisi dimana 2 dataran tertransmisi bertemu, yang akan tampak cerah. Pada 90° terhadap orientasi ini, semua cahaya akan berhenti (gelap).

Mineral Optik

Ilmu pengetahuan mineralogi menitik beratkan pada studi tentang pengamatan dan  pendeskripsian minera-mineral penyusun batuan yang merupakan litologi dari permukaan bumi.

Dengan kemampuan mata manusia yang terbatas maka untuk pengamatan mineral penyusun batuan lebih lanjut harus menggunakan alat yaitu mikroskop. Yang dimaksud di sini adalah mikroskop polarisasi yang berbeda dengan mikroskop biasa, dimana mikroskop biasa hanya memperbesar benda yang diamati. Mikroskop polarisasi menggunakan cahaya yang dibelokkan atau terbias, bukan cahaya terpantul.

Selain itu, perbedaannya pada beberapa komponen khusus yang hanya terdapat pada mikroskop ini, antara lain keping analisator, polarisator, kompensator, dan lensa amici bertrand. Jenis/tipe dari mikroskop ini cukup beragam, ada beberapa tipe yang biasa digunakan misalnya tipe Olympus, Bausch & Lomb, dan Reichert.

Mikroskop yang dipergunakan untuk pengamatan sayatan tipis dari batuan, pada prinsipnya sama dengan mikroskop yang biasa dipergunakan dalam pengamatan biologi. Keutamaan dari mikroskop ini adalah cahaya (sinar) yang dipergunakan harus sinar terpolarisasi. Karena dengan sinar itu beberapa sifat dari kristal akan nampak jelas sekali. Salah satu factor yang paling penting adalah warna dari setiap mineral, karena setiap mineral mempunyai warna yang khusus.

Untuk mencapai daya guna yang maksimal dari mikroskop polarisasi maka perlu difahami benar bagian-bagiannya serta fungsinya di dalam penelitian. Setiap bagian adalah sangat  peka dan karenanya haruslah dijaga baik-baik. Kalau mikroskop tidak dipergunakan sebaiknya ditutup dengan kerudung plastik. Bagian-bagian optik haruslah selalu dilindungi dari debu, minyak dan kotoran lainnya. Perlu kiranya diingat bahwa butir debu yang betapapun kecilnya
akan dapat dibesarkan berlipat ganda sehingga akan mengganggu jalannya pengamatan.

Bagian – Bagian Mikroskop Polarisasi

Kaki Mikroskop

Merupakan tempat tumpuan dari seluruh bagian mikroskop, bentuknya ada yang bulat dan ada yang seperti tapal kuda (U). Pada mikroskop tipe Bausch & Lomb, kaki mikroskop juga digunakan untuk menempatkan cermin. Pada tipe olympus yang akan kita gunakan, kaki mikroskop sebagai tempat lampu halogen sebagai sumber cahaya pengganti cermin.

Substage Unit terdiri atas

Polarisator atau ” lower nicol ”

Merupakan suatu bagian yang terdiri dari suatu lembaran polaroid. Berfungsi untuk menyerap cahaya secara terpilih (selective absorbtion), sehingga hanya cahaya yang bergetar pada satu arah bidang getar saja yang bisa diteruskan. Dalam mikroskop lembaran ini diletakkan sedemikian hingga arah getaran sinarnya sejajar dengan salah satu benang silang pada arah N-S atau E-W.

2.2  Diafragma Iris

Terdapat di atas polarisator, alat ini berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang diteruskan dengan cara mengurangi atau menambah besarnya apertur/bukaan diafragma. Hal ini merupakan faktor penting dalam menentukan intensitas cahaya yang diterima oleh mata pengamat, karena kemampuan akomodasi mata tiap-tiap orang relatif berbeda.
Fungsi penting lainnya adalah untuk menetapkan besarnya daerah pada peraga yang ingin diterangi, juga dalam penentuan relief, di mana cahaya harus dikurangi sekecil mungkin untuk pengamatan “garis becke”.

2.3 Kondensor

Terletak pada bagian paling atas dari “substage unit”.

Kondensor berupa lensa cembung yang berfungsi untuk memberikan cahaya memusat yang  datang dari cermin di bawahnya. Lensa kondensor dapat diputar/diayun keluar dari jalan cahaya apabila tidak digunakan/difungsikan.

2.4 Meja Objek

Bentuknya berupa piringan yang berlubang di bagian tengahnya sebagai jalan masuknya cahaya. Meja objek ini berfungsi sebagai tempat menjepit
preparat/peraga. Meja objek ini dapat berputar pada sumbunya yang vertikal, dan dilengkapi dengan skala sudut dalam derajat dari 0° sampai 360°. Pada bagian tepi meja terdapat tiga buah sekerup pemusat untuk memusatkan perputaran meja pada sumbunya (centering).

  1. Tubus Mikroskop
    Bagian ini terletak di atas meja objek dan berfungsi sebagai
    unit teropong. Terdiri atas beberapa bagian antara lain :

3.1 Lensa Objektif

Merupakan bagian paling bawah dari tubus mikroskop, berfungsi untuk menangkap dan memperbesar bayangan sayatan mineral dari meja objek. Biasanya pada mikroskop polarisasi terdapat tiga buah lensa objektif dengan perbesaran yang berbeda, tergantung keinginan pengamat, dan biasanya perbesaran yang digunakan adalah 4x, 10x dan 40x, kadang ada yang 100x.

3.2 Lubang Kompensator

Adalah suatu lubang pipih pada tubus sebagai tempat memasukkan kompensator, suatu bagian yang digunakan untuk menentukan warna interferensi. Kompensator berupa baji kuarsa atau gips yang menipis ke arah depan sehingga pada saat dimasukkan lubang akan menghasilkan perubahan warna interferensi pada mineral.

3.3 Analisator

Adalah bagian dari mikroskop yang fungsinya hampir sama dengan polarisator, dan terbuat dari bahan yang sama juga, hanya saja arah getarannya bisa dibuat searah getaran polarisator (nikol sejajar) dan tegak lurus arah getaran polarisator (nikol bersilang).

Lensa Amici Bertrand

Lensa ini difungsikan dalam pengamatan konoskopik saja, untuk memperbesar gambar interferensi yang terbentuk pada bidang fokus balik (back focal plane) pada lensa objektif, dan memfokuskan pada lensa okuler.

Lensa Okuler

Terdapat pada bagian paling atas dari tubus mikroskop, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek dan sebagai tempat kita mengamati medan pandang. Pada lensa ini biasanya terdapat benang silang, sebagai pemandu dalam pengamatan dan pemusatan objek pengamatan.

C.    PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah dalam melakukan praktikum ini dimulai dari membuat bon alat, lalu mengambil mikroskop polarisasi dari lemari. Setelah itu mikroskop diletakkan di atas meja yang telah dilapisi oleh lap kasar.

Kemudian amati bagian-bagian mikroskop polarisasi, setelah mengamati bagian-bagian tersebut kemudian  mengambarkan seluruh bagian-bagian tersebut dalam kertas format yang sudah di sediakan sebelumnya. Serta memberikan keterangan dan nama pada bagian-bagian yang telah di gambar tersebut.

D.  HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Bagian-bagian dari mikroskop polarisasi dan fungsinya :

  1. Tubus atas
    Merupakan bagian atas dari mikroskop, adapun bagian-bagiannya yang termasuk dalam tubus atas adalah sebagai berikut :
    Tubus atas bagian atas terdiri atas bagian-bagian berikut

1)      Eye peace, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan mata pada saat pengamatan

2)      Lensa okuler, berfungsi untuk melihat objek yang akan di teliti

3)      Dioptring, untuk memperjelas bayangan benda dalam pengamatan mikroskop dan mengatur posisi lensa okuler

4)      Pin hole, mengatur gelap terangnya lensa amici Bertrand

5)      Lensa amici Bertrand berfungsi untuk memperbesar gambar interferensi bagian dalam

6)      Pengunci tubus atas bagian atas berfungsi untk kmengunci tubus atas bagian atas

Tubus atas bagian tengah yang terdiri atas bagian-bagian berikut

7)      Analisator, berfungsi pada saat pengamatan nikol silang, dimana untuk mendapatkan warna absorbs maksimum

8)      Pengunci skala analisator, berfungsi untuk mengunci kedudukan analisator

9)      Skala analisator, berfungsi untuk menunjukkan nilai kedudukan analisator

10)  Skala nonius analisator, berfungsi untuk menunjukkan nilai kedudukan analisator secara detail

11)  Kompensator, berfungsi pada penentuan WI maksimum, bias rangkap dan TRO, pada kompensator juga terdapat 3 bagian yang terdiri atas keeping gips, keeping mika, dan baji kuarsa

12)  Keeping gips (530 nm), berfungsi untuk menentukan tambahan dan pengurangan warna interferensi yang mempunyai harga 530 nm

13)  Keeping mika (1/4ƛ 50 nm), berfungsi untuk menentukan harga bias rangkap dan warna interferensi yang tinggi pada Kristal yang mempunyai harga 50 nm

14)  Baji kuarsa, berfungsi untuk menentukan penambahan dan pengurangan warna interferensi yang mempunyai harga 0,009 mm

15)  Pengunci tubus atas bagian tengah, berfungsi untuk mengunci tubus atas bagian tengah dari tubus atas

  1. Tubus atas bagian bawah terdiri atas bagian-bagian berikut

16)  Filter, berfungsi untuk menyaring dan melindungi cermin dari debu dan korotan

17)  Mikrophometri, berfungsi untuk mengambil gambar dari sayatan tipis batuan

18)  Tabung halogen, berfungsi pada saat pengamatan mineral bijih

7)      Cincin tabung halogen, berfungsi sebagai letakan lensa pada tabung halogen

8)      Lensa tabung halogen berfungsi untuk melihat mineral bijih

9)      Dusty cup, berfungsi sebagai pembersih tabung halogen

10)  Pengunci tubus atas bagian bawah, berfungsi untuk mengunci tubus atas bagian bawah dari tubus tengah

  1. Tubus tengah
    Merupakan tubus bagian tengah dari mikroskop, yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut

11)  Lengan mikroskop, berfungsi sebagai penyangga tubus atas dan tubus tengah serta sebagai pegangan pada saat mikroskop diangkat

12)  Pengarah halus, berfungsi untuk mengatur kedudukan meja objek dalam skala kecil

13)  Pengarah kasar, berfungsi untuk mengarut kedudukan meja objek dalam skala besar

14)  Skala pengarah halus sebgai penunjuk kedudukan pengarah halus

15)  Skala pengarah kasa sebagai penunjuk kedudukan pengarah kasar

16)  Revolver berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif

17)  Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar kenampakan objek yang diamati , dimana terdapat pembesaran 5x, 10x, 20x, dan 100x

18)  Lensa objektif perbesaran 5x berfungsi untuk memperbesar 5x kenampakan objek

19)  Lensa objektif perbesaran 10x berfungsi untuk memperbesar 5x kenampakan objek

20)  Lensa objektif perbesaran 20x berfungsi untuk memperbesar 20x kenampakan objek

21)  Lensa objektif perbesaran 100x berfungsi untuk memperbesar 100x kenampakan objek

22)  Meja objek berfungsi sebagai tempat tempat meletakkan objek atau preparat pada saat pengamatan

23)  Lubang meja objek berfungsi sebagai lubang yang meneruskan cahaya dari kondensator ke preparat

24)  Penjepit preparat berfungsi untuk menjepit preparat saat pengamatan

25)  Skala meja objek berfungsi sebagai penunjuk kedudukan meja objek

26)  Skala nonius meja objek berfungsi sebagai penunjuk nilai kedudukan meja objek secara detail

27)  Pengunci meja objek berfungsi untuk mengunci meja objek

28)  Pengarah sumbu absis berfungsi untuk mengarahkan kedudukan sumbu –x

29)  Pengarah sumbu ordinat berfungsi untuk mengarahkan kedudukan sumbu –y

30)  Skala absis menunjukkan nilai sumbu –x

31)  Skala ordinat menunjukkan nilai sumbu –y

32)  Skala nonuis absis menunjukkan nilai sumbu –x secara detail

33)  Skala nonius ordinat menunjukkan nilai sumbu –y secara detail

34)  Subtage unit merupakan bagian dimana terdapat diafragma, kondensor, pengarah vertical subtage unit, pengarah horizontal subtage unit, skala bukaan diafragma, pengunci substage unit, bukaan diafragma, dan diapolarizer

35)  Pengarah vertical substage unit berfungsi untuk mengarahkan kedudukan substage unit secara vertikal

36)  Pengarah horizontal berfungsi untuk mengarahkan kedudukan substage unit secara horizontal

37)  Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk pada kondensor

38)  Kondensor berfungsi untuk menampilkan sinar sehingga preparat dapat terlihat dengan jelas

39)  Diapolarizer berfungsi untuk menyerap cahaya secara mengutub dan kuat sehingga bergetar hanya pada satu arah

40)  Skala bukaan diafragma berfungsi untuk menunjukkan nilai kedudukan bukaan diafragma.

41)  Sekrup pengatur kesenteringan subtage unit

42)  Pengunci substage unit berufungsi untuk mengunci substage unit

Tubus bawah

Merupakan tubus bawah dari mikroskop polarisasi yang terdiri dari bagian-bagian berikut

43)  Illuminator berfungsi untuk menangkap dan meneruskan sinar yang datang dari sumber cahaya (lamp socket)

44)  Pengarah illuminator berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya masuk ke illuminator

45)  Selubung illuminator berfungsi sebagai pelindung illuminator

46)  Brightness control dial untuk mengatur terang gelapnya cahaya lampu

47)  Lamp socket, berfungsi sebagai sumber cahaya pada mikroskop polarisasi

48)  Kabel penghubung untuk mngalirkan arus listrik ke mikroskop

49)  Kaki mikroskop berfungsi sebagai penyangga keseluruhan dari mikroskop

Maka dapat ditarik kesimpulan   bahwa:

  • Mikroskop polarisasi adalah Mikroskop yang menggunakan cahaya terbias/ dibelokkan, bukan cahaya terpantul
  • Mikroskop polarisasi adalah jenis mikroskop yang digunakan untuk pengamatan sayatan mineral atau batuan.
  • Mikroskop polarisasi secara umum terbagi atas tiga bagian yaitu tubus atas, tubus tengah (subtage unit) dan tubus bawah.

 

Komentar ditutup.