Metode Penambangan

Metode penambangan dibagi atas :

I. Tambang terbuka (surface mine) menurut materi yang ditambang, dibagi menjadi :

  • “open pit / open cut  / open cast / open mine”
  • “strip mine”
  • kuari (quarry)

tambang alluvial (alluvial mine), menurut jenis peralatannya terdiri dari :

  • manual (sistem dulang / panning)
  • tambang semprot
  • tambang mekanis
  • tambang mobil
  • kapal keruk (multi bucket dredge)
  • kapal isap (suction dredge)

Pengelompokkan berdasarkan pada proses penambangannya, berhubungan dengan air atau tidak, yaitu :

  1. metode ekstraksi secara mekanik
  2. metode ekstraksi dengan air

1)  metode ekstraksi secara mekanik :

Penambangan endapan bijih, batubara atau batuan yang dilakukan di permukaan dikenal sebagai tambang terbuka.

Metoda ini prinsipnya berdasarkan pada “permukaan”.

Metoda ekstraksi mekanik yang mengguna-kan proses mekanik pada lingkungan yang kering dapat dibedakan atas :

  1. Open pit mining
  2. Quarry
  3. Open cast mining
  4. Auger mining

Keempat metoda ini adalah penanggung jawab 90% dari produksi permukaan.

2)  metode ekstraksi dengan air

Metoda ini berhubungan dengan air atau cairan untuk memperoleh mineral dari dalam bumi, baik dengan aksi hidrolik maupun dengan serangan cairan.

Masih sangat kurang pemakaiannya pada tambang terbuka.

Ada 2 (dua) jenis penambangan di dalam metoda ini yaitu :

Placer mining

menggunakan air untuk menggali,   mengtransportasi dan mengkonsen-  trasikan mineral-mineral berat

Solution mining

metoda yang membuat cair mineral-  mineral sehingga dapat ditranspor-  tasikan dengan menggunakan air     atau cairan pelarut

Keuntungan dan kerugian tambang terbuka

Keuntungan :

  • Ongkos penambangan per ton atau per bcm bijih lebih murah karena tidak    perlu adanya penyanggaan, ventilasi      dan penerangan.
  • Kondisi kerjanya baik, karena berhu-bungan langsung dengan udara luar     dan sinar matahari.
  • Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa, sehingga produksi bisa lebih besar.
  • Pemakaian bahan peledak bisa lebih efisien, leluasa dan hasilnya lebih baik
  • Perolehan tambang (mining recovery) lebih besar, karena batas endapan dapat dilihat dengan jelas.
  • Relatif lebih aman, karena adanya yang mungkin timbul terutama akibat kelongsoran.
  • Pengawasan dan pengamatan mutu bijih (grade control) lebih mudah.

Kerugian:

  • Para pekerja langsung dipengaruhi oleh keadaan cuaca, dimana hujan yang lebat atau suhu yang tinggi mengakibatkan efisiensi kerja menurun, sehingga hasil kerja juga menurun.
  • Kedalaman penggalian terbatas, karena semakin dalam penggalian akan semakin banyak tanah penutup (overburden) yang harus digali.
  • Timbul masalah dalam mencari tempat pembuangan tanah yang jumlahnya   cukup banyak.
  • Alat-alat mekanis letaknya menyebar.
  • Pencemaran lingkungan hidup relatif lebih besar.
  • Terjadi perubahan bentang alam

Ii. Tambang dalam / tambang bawah tanah (under  ground mine) terdiri dari  3 (tiga) metode :

1. Metode tanpa penyanggaan (non supported/ open stope methods) menurut teknik penambangannya dibagi 4 (empat) metode :

“gophering”

“underground gloryhole”

“shrinkage stoping”

“sub level stoping”

2. Metode dengan penyanggaan (supported stope methods)  menurut teknik penambangannya dibagi atas 4 (empat) metode :

“cut and fill stoping”

“ stull stoping”

“square set stoping”

“shrink fill stoping”

3. Metode ambrukan (caving methods) terdiri dari 3 (tiga) metode, yaitu :

“top slicing”

“sublevel caving”

“block caving”

Khusus tambang dalam untuk batubara digunakan 3 (dua) metode, yaitu :

“room and pillar methods”

“long wall methods”

“short wall methods”

tambang bawah air (underwater/ marine) menurut jenis peralatan yang digunakan, dibagi atas 4 (empat) jenis, yaitu :

kapal keruk laut dalam (>50 m)

kapal keruk hidrolik

kapal keruk dengan jaring tarik (drag net)

kapal isap laut dalam

“tambang” di tempat (insitu mine) dibagi menjadi 4 (empat) metode, yaitu :

gasifikasi batubara (coal gasification)

metode pelindihan (leaching methods)

pemanasan bawah tanah (underground retorting)

penyaliran metan (methane drainage)

metode penambangan lain adalah solution mine yang kadang disebut juga dengan borehole extraction, secara konvensional memproduksi bahan galian  dengan cara ini agak sukar dan mahal.

cara ini untuk pertama kalinya dilakukan pada tahun 1922, yang terbatas pada evaporasi dari sulfur dan tembaga.

tipe solution mining

I. Borehole mining : mineral yang dapat diperoleh dengan cara ini adalah

a. Proses evaporasi : garam dan potash (kalium karbonat)

b. Proses pelarutan dengan metode frasch (frasch process) : sulfur

c. Proses slurry, mineral yang diperoleh fospat, kaolin, oil sand, batubara dan uranium.

d. Chemical leaching : untuk uranium

Ii. Metode leaching : merupakan suatu proses ekstraksi secara kimia dari metal atau mineral dari ore deposit (bijih) secara terbatas pada material yang sudah ditambang.

Prosesnya pada dasarnya adalah dilakukan secara kimiawi dan dapat juga dari bakteri ( bakteri tertentu dapat bertindak sebagai katalis dan mempercepat reaksi pada leaching sulfida.

jika ekstraksi dilakukan pada tempat mineral berada, dinamakan “in situ leaching”. Jika dilakukan pada bekas material pada tumpukan material buangan, tailing maka dinamakan “heap leaching”.

pada umumnya metode in situ leaching ini digunakan pada tembaga dan uranium.

sekarang dengan kemajuan teknologi penambangan yang signifikan metode solution mining menjadi metode terpakai di amerika serikat untuk memproduksi lebih dari 15% tembaga dan 25% emas.

faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penambangan :

Karakteristik spasial dari endapan

Kondisi geologi dan hidrogeologi

Sifat-sifat geoteknik

Konsiderasi ekonomi

Faktor teknologi

Faktor lingkungan

Referensi
Diktat Mata Kuliah Metoda penambangan
en.wikipedia.org/wiki/Stoping_%28mining_method%29
Vivian, John (1970). “When the Bottom of Dolcoath Fell In”. Tales of the Cornish Miners. St. Austell: H. E. Warne Ltd. pp. 38–40.
Puhakka, Tuula (1997). Underground Drilling and Loading Handbook. Finland: Tamrock Corp.. pp. 126–127.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s